MANAGEMENT, THE CONTROLLER, AND COST ACCOUNTING
A. Manajemen,
terdiri dari:
|
Operating
|
Supervisor
|
|
Middle
|
Kepala Departemen/Bagian, Manajer
Divisi, Manajer Cabang
|
|
Executive
|
Direktur Utama, Direktur Pemasaran,
Direktur Pembelian, Direktur Keuangan, Direktur Akuntansi, Direktur Produksi.
|
Proses manajemen diawali dengan proses
perencanaan dan diakhiri dengan proses pengendalian. Setiap proses saling
berkaitan satu sama lain sehingga untuk setiap tahapan dalam proses ini harus
dilakukan secara sistematis dan tepat sasaran guna untuk memaksimalkan sumber
daya yang ada dalam organisasi demi mencapai tujuan organisasi tersebut.
v Perencanaan
(Planning)
Perencanaan
adalah proses mengenal kesempatan dan hambatan eksternal, menentukan sasaran
yang diinginkan, dan menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan. Terbagi
menjadi 3 jenis, yaitu:
|
Perencanaan
jangka pendek (short-range plans)
|
|
|
Perencanaan
jangka panjang (long-range plans)
|
|
|
Perencanaan
strategis (strategic plans)
|
|
v Pengorganisasian
(Organizing) yaitu menyiapkan
framework/kerangka kerja yang mencakup: pembentukan struktur organisasi,
pembagian tugas, dan pengaturan hubungan antar bagian.
v Pengendalian
(Controll) merupakan usaha untuk
mencapai tujuan dari suatu entitas. Setiap aktivitas akan dilakukan pemantauan
yang berkelanjutan sehingga hasilnya sesuai dengan yang diinginkan oleh pihak
manajemen.
v Value chain dan
supply chain
1) Value chain:
urutan fungsi bisnis dimana produk dibuat semakin lebih berguna untuk
pelanggan.
Terdiri dari:
§ Research
and development: Menghasilkan dan bereksperimen dengan ide-ide yang berhubungan
dengan produk baru, layanan atau proses.
§ Design
of products and processes: perencanaan rinci, teknik, dan pengujian produk dan
proses.
§ Production:
suatu proses untuk menghasilkan suatu produk atau memberikan layanan
§ Marketing:
mempromosikan dan menjual produk atau layanan kepada pelanggan
§ Distribution:
memproses pesanan dan pengiriman produk atau layanan kepada pelanggan
§ Customer
service: menyediakan layanan setelah penjualan kepada pelanggan
2) Supply chain menggambarkan arus barang, jasa, dan informasi dari sumber-sumber awal
bahan, jasa, dan informasi untuk pengiriman mereka terlepas dari apakah
kegiatan terjadi dalam satu organisasi atau dalam beberapa organisasi.
Produksi dan
distribusi adalah bagian dari value chain yang terkait dengan memproduksi dan
memberikan produk atau layanan.
v Otoritas, Responsibilitas, dan Akuntabilitas (Authority, Responsibility, and
Accountability)
§ Otoritas
(authority): kekuasaan untuk
memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu. Kekuasaan
tertinggi berada di tangan manajemen eksekutif, dan didelegasikan kepada
tingkatan manajemen dibawahnya. Pendelegasian wewenang tidak menghilangkan tanggung
jawab.
§ Responsibilitas
(responsibility): tanggung jawab
seseorang yang memiliki kekuasaan/wewenang. Seorang pimpinan dapat dikatakan
memiliki responsibilitas apabila ia juga bertanggung jawab terhadap kinerja
bawahannya.
§ Akuntabilitas
(accountability): pertanggungjawaban
kepada pemberi wewenang (tingkatan manajemen yang lebih tinggi) berupa laporan
pencapaian/output.
v Struktur Organisasi (Organization Chart) merupakan bagan yang menggambarkan posisi
manajemen dan hubungan antar bagian yang berfungsi untuk menjelaskan antara
otoritas, responsibilitas, dan akuntabilitas; dan juga untuk membangun suatu
sistem akuntansi biaya yang mampu untuk melaporkan setiap tanggung jawab dari
masing-masing individual. Posisi
manajemen memiliki hubungan yang sangat erat kaitannya antara satu bagian
dengan bagian lainnya. Apabila dalam satu bagian terjadi ketidakharmonisan,
maka akan mempengaruhi bagian lainnya.
Responsibility accounting: pembuatan pelaporan pertanggungjawaban kepada
atasan.
B. Peranan
Controller dalam Perencanaan dan
Pengawasan
Peran controller
merupakan tanggung jawab manajer eksekutif terhadap fungsi akuntansi, yang
tugasnya mengoordinasikan antara fungsi perencanaan dan pengawasan terkait
tujuan, kebijakan dalam menciptakan suatu proses dan struktur organisasi.
Management
by exception: seorang manajer
selalu mengetahui informasi tentang aktifitas yang sedang berjalan dan
membutuhkan tindakan perbaikan secepatnya.
C. Akuntansi
Keuangan, Akuntansi Manajemen, dan Akuntansi Biaya
§ Akuntansi keuangan yaitu bagian dari akuntansi yang
berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan untuk pihak
luar, seperti pemegang saham, kreditor, pemasok, serta pemerintah.
§ Akuntansi
manajemen yaitu proses menganalisis, dan melaporkan informasi keuangan dan
nonkeuangan yang akan membantu manajer dalam mengambil keputusan untuk memenuhi
tujuan organisasi.
Perbedaan
akuntansi manajemen dan akuntansi keuangan
|
Akuntansi Manajemen
|
Akuntansi Keuangan
|
|
Lebih bersifat internal
|
Lebih bersifat eksternal
|
|
Future-oriented
|
Past-oriented
|
|
Tidak mengikuti GAAP, namun berdasar
pada cost-benefit analysis
|
Mengikuti GAAP
|
|
Rentang waktu fleksibel (harian,
mingguan, bulanan, bahkan bisa mencakup 10 tahun)
|
Rentang waktu kurang fleksibel (kuartal,
semester, tahunan)
|
|
Laporan bersifat rinci mengenai bagian
dari perusahaan
|
Laporan berupa ringkasan mengenai
perusahaan sebagai satu kesatuan/keseluruhan.
|
|
Subjektif
|
Objektif
|
§ Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang
diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisis terhadap biaya-biaya yang
berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau
jasa.
D. Departemen
Biaya (Cost Departement) bertanggung jawab menganalisa biaya (costs) dan laporan kinerja dan informasi lain yang
diperlukan untuk mengontrol dan meningkatkan aktifitas operasional.
E.
Peran
Akuntansi Biaya
1. Membuat
anggaran biaya.
2. Menciptakan
costing methods yang memungkinkan untuk mengontrol aktivitas, menekan
biaya, dan meningkatkan kualitas.
3. Mengawasi
jumlah fisik inventory, menentukan cost produk dan jasa yang dihasilkan untuk
penentuan harga dan evaluasi kinerja produk atau divisi.
4. Menentukan
inventory akhir dan cost of goods sold untuk laporan keuangan.
5. Memilih
di antara dua alternatif atau lebih yang mempengaruhi revenue atau cost.
v Anggaran
(budgeting) yaitu rencana manajemen
yang dapat dikuantifikasi. Setiap tingkat manajemen harus ikut terlibat.
Peran budgeting:
1. Menetapkan
tujuan.
2. Menginformasikan
kepada setiap individu terkait hal-hal apa saja yang harus dilakukan agar dapat
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
3. Memberikan
motivasi sesuai dengan kinerja yang diinginkan.
4. Mengevaluasi
kinerja.
5. Memberikan
kejelasan waktu terkait tindakan perbaikan yang diperlukan.
v Pengendalian
Biaya (Controlling Cost)
§ Standar cost:
biaya standar yang ditetapkan oleh manajemen, digunakan untuk membuat suatu
anggaran/mengendalikan biaya.
§ Responsibility accounting system:
tanggung jawab mengontrol biaya dibebankan pada orang yang bertanggung jawab
membuat anggaran biaya. Tanggung jawab
tiap manajer dibatas pada cost dan revenue yang bisa dikontrol oleh mereka.
§ Non-value-added
activities:
aktivitas yang tidak menambah nilai output seperti penyimpanan persediaan dan
memindahkan persediaan. Melaporkan biaya non-value-added activities
merupakan langkah awal untuk mengurangi/mengeliminasi biaya ini.
v Pricing
Untuk mengetahui seberapa
besar biaya atas suatu produk/jasa yang selesai diproduksi. Dengan diketahuinya
biaya tersebut akan lebih memudahkan pihak manajemen dapat dalam menetapkan
harga jual atas suatu produk/jasa.
v Menentukan
suatu profit
Prinsip: matching cost against revenue
|
Jenis
biaya
|
Dibebankan
sebesar
|
|
Variable
non-manufacturing
|
Unit
yang terjual
|
|
Fixed
non-manufacturing
|
Total
|
|
Variable
manufacturing
|
Unit
yang terjual
|
|
Fixed-manufacturing
|
· Direct
costing (variable costing)
· Absorption
costing
|
v Memilih
beberapa alternatif
§ Akan
memproduksi sendiri atau membeli?
Alternatif ini memberikan
pilihan kepada pihak manajemen untuk menentukan apakah sebaiknya produk yang
dituju akan diproduksi sendiri ataupun dibeli dari pihak lain, namun tetap
mempertimbangkan analisis biaya dan manfaat yang diperoleh.
§ Akan
menerima pesanan atau tidak?
Alternatif ini memberikan
pilihan apakah pihak perusahaan akan tetap menerima pesanan atau tidak, dengan
melihat sisi kemungkinan penggunaan sumbber-sumber daya yang dimilikinya.
§ Akan
membeli atau menyewa?
Alternatif ini dapat
timbul pada saat perusahaan sedang mempertimbangkan antara keinginan untuk
membeli ataupun menyewa atas suatu aset yang dibutuhkan. Hal ini timbul
dikarenakan terdapatnya perbedaan antara pengeluaran biaya dan manfaat yang
akan diterima perusahaan terkait.
§ Akan
menutup usaha atau melanjutkan usaha?
Alternatif ini dapat
timbul pada saat perusahaan mengalami kebimbangan untuk tetap melanjutkan
usahanya atau sebaiknya harus menutup usahanya, dengan tetap mempertimbangkan
analisis biaya yang akan terjadi serta manfaat yang akan diterima.
F.
Etika
yang ada dalam Akuntansi Biaya:
§ Kompetensi
(competence)
1) Mempertahankan
tingkat kompetensi profesional yang memadai dengan jalan mengembangkan
pengetahuan dan keahlian mereka.
2) Melaksanakan
tugas profesional sesuai dengan hukum, peraturan, dan standar teknis yang relevan.
3) Menyiapkan
laporan yang lengkap dan jelas serta rekomendasi setelah menganalisis secara
tepat informasi yang relevan dan dapat diandalkan.
§ Kerahasiaan
(confidentiality)
1) Menahan
diri dari pengungkapan informasi rahasia yang diperoleh selama pelaksanaan
pekerjaan kecuali jika diotorisasi, atau kecuali secara hukum diharuskan.
2) Menginformasikan
kepada bawahan secara tepat berkaitan dengan kerahasiaan informasi yang diperoleh
selama pelaksanaan pekerjaan mereka dan memantau kegiatan mereka untuk menjamin
terpeliharanya rahasia.
3) Menahan
diri dari penggunaan atau ‘tampak” menggunakan infomasi rahasia yang diperoleh
dalam pelaksanaan pekerjaan secara tidak etis dan melawan hukum baik secara
pribadi maupun melalui pihak ketiga.
§ Integritas
(integrity)
1) Menghindarkan
diri dari konflik kepentingan yang nyata maupun yang samar dan memberi advis
kepada pihak-pihak yang berpotensi menimbulkan konflik.
2) Menahan
diri dari pelaksanaann kegiatan yang akan menimbulkan keraguan pada kemampuan
untuk melaksanakan tugas secara etis.
3) Menahan
diri dari terlibat atau mendukung setiap kegiatan yang akan mendiskreditkan
profesi.
§ Objektivitas
(objectivity)
1) Mengomunikasikan
informasi secara wajar dan objektif.
2) Mengungkapkan
secara penuh semua informasi yang relevan yang diharapkan dapat memengaruhi
pemahaman pemakai laporan keuangan, komentar, dan rekomendasi yang disajikan
§ Resolusi
konflik etika (resolution of ethical
conflict)
1) Mengikuti
pedoman yang dibuat oleh perusahaan
2) Apabila
belum menyelesaikan masalah maka alternatif-alternatif berikut bisa
dipertimbangkan:
3) Mendiskusikan
dengan atasan langsung. Apabila ada
indikasi atasan langsung terlibat, diskusikan dengan atasan yang lebih
tinggi. Apabila belum selesai,
diskusikan dengan atasan yang lebih tinggi lagi.
G. Tanggung jawab seorang akuntan
manajemen, adalah:
§ Membuat
dan melaksanakan suatu rencana dan anggaran operasional
§ Menciptakan
metode biaya yang mampu mengndalikan dan mengurangi biaya serta meningkatkan kualitas
§ Mengawasi
jumlah persediaan
§ Menentukan
harga atas sutu produk barang/jasa
§ Memilih
diantara beberapa alternatif yang terkait dengan terjadinya pendapatan dan
biaya.
Komentar
Posting Komentar